Skala Intensitas Gempa Modifikasi Mercalli

Di dalam seismologi Skala Intensitas gempa adalah sebuah cara mengukur atau membandingkan efek-efek dari sebuah gempa pada tempat yang berbeda. Skala Intensitas Gempa Modifikasi Mercalli  (MMI- Modified Mercalli Intensity) sudah secara umum dipakai seismolog  untuk mengetahui informasi seberapa merusaknya pengaruh gempa.

Tingkat intensitas dinyatakan dengan angka romawi antara I di tingkat rendah hingga XII pada tingkat tertinggi.

Skala Intensitas MMI, berbeda dari Skala Magnitude Richter.  Pada skala ini efek-efek dari sebuah gempa bisa sangat bervariasi intensitasnya dari suatu tempat ke tempat lain, sehingga ada banyak nilai intensitas (contoh: IV, VII) yang diukur dari sebuah gempa. Padahal gempa-gempa tesebut memiliki satu nilai magnitude,  walau berbagai metoda untuk memperkirakan magnitudenya menghasilkan sedikit nilai yang berbeda (mis: 6.1, 6.3)

Tingkat dari pengaruh gempa didasarkan pada deskripsi yang sangat relatif dan dapat diterangkan sebagai berikut:

Skala Intensitas Modifikasi Mercalli (MMI).

dari FEMA (Federal  Emergency Management Agency- Badan Pengaturan Keadaan Darurat Federal Amerika)

I. Orang-orang tidak merasakan adanya gerakan bumi.
II. Dalam keadaan diam atau berada di lantai-lantai atas bangunan tinggi, orang-orang, -biasanya  dalam jumlah sedikit-,  mungkin merasakan gerakan bumi
III. Orang-orang yang berada di dalam ruangan merasakan gerakan. Benda-benda menggantung bergoyang-goyang. Orang-orang yang berada  di luar ruangan mungkin tidak menyadari bahwa gempa sedang terjadi.
IV. Kebanyakan orang yang berada di dalam ruangan merasakan gerakan. Benda tergantung bergoyang-goyang. Alat-alat rumah tangga, pintu, jendela bergerak tidak karuan. Gempa terasa seperti truk menabrak tembok. Orang-orang yang berada di luar ruang bisa saja kurang menyadari adanya gerakan. Mobil yang diparkir bergerak.
V. Hampir semua orang merasakan gerakan. Orang tidur terbangun. Pintu terbuka dan berputar buka tutup. Peralatan rumah tangga bisa pecah/rusak. Bingkai gambar bergerak. Benda kecil bergerak atau terguling. Pohon mungkin bergetar . Bahan cair mungkin tumpah keluar dari wadah terbuka.
VI. Setiap orang merasakan gerakan. Orang-orang sulit berjalan. Benda-benda berjatuhan dari tempatnya diletakkan. Bingkai gambar jatuh dari dinding. Furnitur bergerak. Plesteran di dinding mungkin retak. Pohon dan tanaman bergetar. Kerusakan sedikit di gedung yang dibangun dengan tidak baik. Tidak ada kerusakan struktur pada gedung yang dibangun dengan baik.
VII. Orang-orang kesulitan berdiri. Supir merasakan mobilnya bergetar. Beberapa furniture pecah. Bata-bata lepas jatuh dari gedung-gedung. Kerusakan sedikit hingga menengah pada bangunan yang dibangun dengan baik; kerusakan akan sangat terlihat di gedung yang tidak dibangun dengan baik.
VIII. Supir kesulitan mengendarai. Rumah-rumah yang tidak diikat dengan baik pada pondasinya dapat bergeser. Struktur yang tinggi seperti menara dan chimney dapat terpuntir dan rubuh. Gedung-gedung yang dibangun dengan baik mengalami kerusakan kecil. Gedung yang tidak dibangun dengan baik dapat mengalami kerusakan parah. Ranting pohon patah. Sisi perbuktian mungkin retak jika kondisi tanah basah. Ketinggian air dalam sumur mungkin berubah.
IX. Gedung yang dibangun dengan baik mengalami kerusakan yang signifikan. Rumah-rumah yang tidak diikat ke pondasi bergeser dari pondasinya. Pipa-pipa di bawah tanah patah. Tanah retak. Tangki-tangki mengalami kerusakan serius.
X. Hampir semua gedung dan pondasinya hancur. Beberapa jembatan hancur. Bendungan rusak serius. Longsor besar terjadi. Air terdesak ke tepi kanal, sungai, dan danau. Tanah retak pada area yang sangat luas. Jakur kereta api melengkung sedikit.
XI. Hampir semua gedung rubuh. Beberapa jembatan hancur, retakan besar terlihat di tanah. Jalur pipa dalam tanah hancur. Jalur kereta api mengalami bengkok parah.
XII. Hampir semuanya hancur. Benda-benda terlempar ke udara. Tanah bergerak bergelombang dan menggelembung. Sejumlah batuan besar mungkin bergeser.

Seperti terlihat dari daftar di atas, tingkat intensitas pengaruh gempa tidak membutuhkan peralatan pengukur. Jadi seismolog dapat menggunakan surat kabar, catatan-catatan, dan  rekaman sejarah lainnya untuk membuat tingkat intensitas dari sebuah gempa yang terjadi sebelumnya, dimana tidak ada peralatan pengukuran. Penelitian seperti itu menolong pengertian kita tentang sejarah gempa dari daerah tersebut, dan memperkirakan kejadian bencana di masa depan.

Peta di atas  memplot tingkat Intensitas Mercalli dari lokasi-lokasi dekat gempa Loma Prieta pada tahun 1989. Peta itu disebut sebagai peta isoseismal, dimana digambarkan garis-garis kontur yang meliputi lokasi-lokasi yang memiliki intensitas lebih tinggi. Secara tipikal intensitas membesar mendekati lokasi pusat gempa, sehingga seismolog dapat menginterpretasikan map tersebut  untuk keseluruhan lokasi untuk gempa-gempa sebelumnya.

Kalau diperhatikan,  lokasi-lokasi dengan intensitas tinggi yang tidak umum terjadi jauh pada sisi utara  dari pusat gempa, dekat Teluk San Fransisco. Selama gempa ini, tanah lunak dan saturated-soils dekat teluk memperbesar efek dari getaran. Getaran yang membesar ini bersama dengan efek likuifaksi membuat beberapa gedung yang dibangun dengan baik rubuh dan menghasilkan tingkat intensitas IX pada lokasi tersebut.

Memperkirakan magnitude dari gempa dari peta isoseismal adalah mungkin. Perkiraan ini tentu saja harus melalui peneletian dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Sumber:

J. Louie, 10 Oct. 1996: http://crack.seismo.unr.edu/ftp/pub/louie/class/100/mercalli.html

About these ads

About Todung R Siagian

Bapak dari Juan, Mika, dan Jethro. Suami dari Theresia
This entry was posted in Gempa Dasar and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Skala Intensitas Gempa Modifikasi Mercalli

  1. junaidi says:

    terimakasih telah menambah pengetahuan saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s