DASAR-DASAR KEGEMPAAN

Episenter, hiposenter, gempa susulan, gempa awal, patahan, bidang patahan, seismograf, gelombang-P, magnitude, intensitas, percepatan puncak, amplifikasi….

Kita pasti pernah mendengar istilah-istilah di atas. Setelah sebuah gempa besar, kita membicarakannya. Tetapi apa arti istilah-istilah itu? Apa artinya dengan apa yang kita rasakan di masa lalu dan apa yang akan kita rasakan di masa depan?

Apakah kita mengerti apa yang dikatakan oleh para seismolog?

Bagian ini menggambarkan terjadinya suatu gempa dan bagaimana mengukurnya. Juga diterangkan kenapa pengaruh gempa yang sama bisa berbeda di satu tempat dengan tempat yang lainnya. Apa saja informasi yang kita harapkan bisa dipelajari dari gempa di masa datang, akan mengakhiri bagian ini.

Gempa dan Patahan

Apakah gempa itu?

Gempa disebabkan gelinciran yang terjadi tiba-tiba pada patahan/fault.  Lebih mudah dimengerti dengan  membayangkan seperti pada saat anda menjentikkan jari anda. Sebelum jentikan, anda mendorong dan menggeser kedua jari. Karena dorongan pada jari telunjuk dan jempol, geseran-geseran ke samping akan ditahan oleh friksi pada kulit jari. Ketika dorongan dibuat lebih kuat untuk melawan friksi kulit jari, maka jari-jari akan bergeser secara tiba-tiba, mengeluarkan energi dalam bentuk gelombang suara yang mengakibatkan getaran udara dan merambat dari jari tangan ke telinga, sehingga suaranya terdengar oleh anda.

Proses yang sama terjadi pada gempa. Tegangan-tegangan pada lapis terluar bumi membuat patahan-patahan saling mendorong. Friksi (tahanan terhadap geseran) sepanjang permukaan patahan menahan batuan tetap bersatu jadi menghindarkan geseran ke samping yang tiba-tiba. Secara perlahan-lahan tegangan membesar dan cukup untuk mengeser batuan secara tiba-tiba, melepaskan energi dalam bentuk gelombang yang merambat melalui batuan yang mengakibatkan getaran yang kita rasakan pada saat gempa.

Seperti ketika anda menjentikkan jari dengan seluruh luasan ujung jari dan ibu jari, gempa terjadi pada sebuah area patahan, yang disebut permukaan runtuh. Akan tetapi, tidak seperti jari anda, seluruh patahan tidak tergelincir pada waktu yang sama. Keruntuhan bermula pada sebuah titik pada patahan yang disebut hiposenter, dan biasanya jauh di bawah  fault. Episenter adalah sebuah titik yang tepat di atas hiposenter. Keruntuhan akan menyebar hingga sesuatu menghentikannya (bagaimana tepatnya mekanisme penghentian  itu terjadi adalah topic yang hangat dalam seismologi)

Gempa Susulan

Hidup di daerah  gempa berarti hidup dengan gempa-gempa susulan. Gempa terjadi dalam kelompok. Pada setiap kelompok gempa, gempa terbesar disebut gempa utama; gempa sebelum gempa utama disebut gempa awal dan gempa setelahnya disebut gempa susulan.

Gempa susulan biasanya terjadi dekat gempa utama. Tegangan pada patahan dimana gempa utama terjadi, berubah selama kejadian gempa utama.  Hampir semua gempa susulan terjadi pada patahan yang sama. Kadang-kadang perubahan tegangan juga cukup memicu gempa susulan pada patahan yang berdampingan.

Sebuah gempa  cukup untuk mengakibatkan kerusakan yang mungkin akan menghasilkan gempa-gempa susulan yang terasa dalam jam pertama. Tingkatan gempa susulan hilang dengan cepat. Sehari setelah gempa utama,  jumlah gempa susulan bisa turun separuh dari hari pertama. Sepuluh hari setelah gempa utama jumlahnya hanya sepersepuluhnya. Sebuah gempa disebut gempa susulan hanya jika tingkat ukuran gempanya lebih tinggi dibanding gempa-gempa  sebelum gempa utama terjadi. Untuk sebuah gempa besar,gempa-gempa susulan mungkin saja terjadi untuk beberapa decade.

Gempa-gempa yang lebih besar memiliki gempa susulan yang banyak dan lebih besar. Secara rata-rata, makin besar gempa utama, makin besar juga gempa susulannya. Walapun banyak gempa susulan yang kecil dibanding yang berukuran besar. Juga, sama seperti gempa kecil terus terjadi setahun atau lebih setelah gempa utama, ada juga kemungkinan kejadian gempa susulan yang lebih besar  terjadi jauh setelah gempa utama.

Gempa-gempa awal

Kadang-kadang kita berpikir bahwa gempa utama diikuti gempa yang lebih besar. Jadi gempa asli dianggap sebagai gempa susulan. Kemungkinan kejadian ini akan hilang dengan cepat seiring waktu seperti pada gempa susulan. Resiko hampir hilang setelah tiga hari.

Kadang-kadang, kemungkinan bahwa sebuah kejadian adalah gempa awal adalah lebih besar dari rata-rata biasanya disebabkan oleh kedekatannya dengan patahan utama.

Patahan, apakah itu?

Gempa terjadi pada patahan. Patahan adalah zona tipis pecahan batuan yang memisahkan lempeng-lempeng kerak bumi. Ketika gempa terjadi pada sebuah patahan, batuan pada salah satu sisi patahan akan bergesekan dan tergelincir ke batuan pada sisi lainnya. Panjang patahan mulai dari centimeteran hingga kilometeran. Permukaan patahan bisa vertical, horizontal, atau membuat sudut dengan permukaan bumi. Patahan dapat menerus ke kedalaman bumi atau bisa menerus hingga terlihat di permukaan bumi.

Bagaimana mengetahui keberadaan patahan?

Patahan masa lalu telah menyatukan batuan-batuan yang dulunya saling berjauhan;
Gempa-gempa yang terjadi di patahan telah meninggalkan bukti permukaan, seperti permukaan runtuhan atau tebing patahan ( tebing yang terjadi akibat gempa)
Pemetaan gempa yang dicatat pada jaringan seismograf menunjukkan lokasi patahan.
Beberapa patahan tidak menunjukkan tanda-tanda ini dan hingga terjadi sebuah gempa besar tidak akan diketahui keberadaaanya. Beberapa gempa merusak di California terjadi patahan yang sebelumnya tidak diketahui.

Bagaimana mempelajari patahan?

Peralatan-peralatan yang rusak dan bergeser di sepanjang permukaan akibat gerakan patahan dipakai untuk mempelajari gerakan patahan dan seberapa sering gempa akan terjadi. Sebagai contoh, paparan yang memotong patahan San Andreas di California dekat Los Angeles telah bergeser 83m dari posisi awalnya. Sedimen batuan di paparan tak berpenghuni tersebut telah berumur 2500 tahun. Jika kita mengasumsikan bahwa gerakan San Andreas telah memotong paparan selama 2500 tahun, maka rata-rata tingkat geseran adalah 33 mm per tahun. Ini tidak berarti bahwa paparan bergeser 33 mm per tahun. Tetapi, itu berarti patahan menyimpan energi setara geseran 33 mm per tahun yang secara kumulatif akan dilepaskan pada saat terjadi gempa. Gempa terakhir terjadi setelah adanya geseran paparan sejauh 5 meter (5000 mm). Ini berarti gempa akan terjadi rata-rata setiap 150 tahun (yang didapat dari 5000 mm dibagi geseran 33mm per tahun =150). Ini juga bukan berarti gempa akan terjadi setiap selang 150 tahun. Memang patahan San Andreas mempunyai rata-rata 150 tahun untuk setiap kejadian, akan tetapi gempa-gempa terjadi juga pada rentang lebih kecil dari 45 tahun dan banyak juga pada rentang 300 tahun.

About Todung R Siagian

Bapak dari Juan, Mika, dan Jethro. Suami dari Theresia
This entry was posted in Gempa Dasar and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s