Bagaimana Lokasi Gempa-gempa Ditentukan?

Lokasi gempa ditentukan dengan menggunakan fakta sederhana: gempa-gempa mengakibatkan gelombang seismik (gelombang P, gelombang S, dll). Perbedaan kecepatan jelajah tiap gelombang berbeda dan akibatnya tiba pada sebuah stasiun seismograf dengan waktu yang berbeda. Gelombang P bergerak lebih cepat, jadi tiba di stasiun paling awal. Gelombang S, yang bergerak dengan setengah kecepatan gelombang P, tiba kemudian. Dengan urutan pencatatan yang sangat cepat, stasiun seismik yang dekat dengan lokasi gempa merekam gelombang P dan S ini. Apabila jarak stasiun dengan pusat gempa makin jauh, maka bertambah pula perbedaan waktu kedatangan gelombang P dan S pada stasiun tersebut.

Walaupun teknik-teknik modern lebih kompleks, pada penjelasan berikut akan  digambarkan konsep dasar penentuan lokasi. Contoh adalah gempa yang terjadi dekat Meksiko dan stasiun-stasiun seismik yang dipakai ada di Amerika Utara. Dua langkah berikut menunjukkan bagaimana menentukan jarak dari semua seismograf dan memperkirakan lokasi gempa menggunakan data dari 3 stasiun.

Langkah-1:

Perhatikan gambar pada tautan berikut;

Step-1_locate EQ

Perbedaan atau selisih waktu kedatangan antara gelombang P dan gelombang S, (waktu S-P) dihitung pada tiap stasiun. Penggunaan selisih waktu S-P menentukan jarak dari sebuah gempa dapat diibaratkan sama dengan penggunaan selang waktu  antara terjadinya kilat cahaya  dengan terdengarnya suara  dari sebuah guntur yang dipakai untuk mengindikasikan jarak pengamat ke tempat guntur terjadi.

Dalam contoh ini, stasiun TEIG (dengan waktu S-P =  1.5 menit) adalah yang paling dekat dengan gempa, dan stasiun SSPA (dengan waktu S-P = 5 menit) adalah stasiun paling jauh.

Dengan mengamati dan menganalisis banyak kejadian gempa, kita mengetahui hubungan antara waktu S-P dan jarak antara stasiun dengan gempa. Kemudian waktu S-P dapat dikonversikan untuk medapatkan jarak kejadian gempa. Waktu 1.5 menit setara dengan jarak 900 km, waktu 3 menit setara 1800 km, dan waktu 5 menit setara dengan 3300 km.

Langkah-2:

Perhatikan gambar berikut:

Step-2_locate EQ

Apabila kita sudah mengetahui jarak dari gempa ke 3 stasiun, maka lokasi gempa dapat ditentukan. Dari titik pusat pada setiap stasiun,  kita dapat menggambar 3 lingkaran dengan radius lingkaran yang diambil adalah jarak gempa ke stasiun seismograf yang bersangkutan.  Titik dimana ketiga lingkaran bertemu adalah perkiraan lokasi terjadinya gempa.

Sumber: www.iris.edu

Diterjemahkan secara bebas oleh:

Todung R Siagian

About Todung R Siagian

Bapak dari Juan, Mika, dan Jethro. Suami dari Theresia
This entry was posted in Gempa Dasar and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s