Subduksi (Penujaman) di Sumatera

Pendahuluan

Para ilmuwan sepakat bahwa Sumatra berada di tengah-tengah daerah paling aktif secara geologis. Gempa-gempa raksasa yang magnitudenya lebih besar dari 8.0 mengguncang Sumatra pada tahun 1797, 1833,  dan 1861. Gempa dengan maginitude besar dari 7.0 menggoyang pulau-pulau terdekat pada tahun 1881, 1935, dan 2002.

Dan gempa yang sangat mengerikan, dengan magnitude 9.3 pada tanggal 26 Desember 2004 menimbulkan korban jiwa, baik oleh karena gempa itu sendiri, maupun akibat bencana susulan yang terjadi, yakni tsunami. Jumlah korban mencapai 230000 orang yang tersebar di berbagai penjuru dunia!

Dan akhir-akhir ini, kita mengetahui bahwa daerah Sumatera, terutama daerah pantai barat Sumatera sering diguncang oleh gempa. Kenapa?

Zona Subduksi

Daerah pertemuan antar lempeng di lokasi zona subduksi disebut sebagai patahan gempa, atau sebuah megathrust. Palung Sunda dianggap sebagai sebuah megathrust.

Pada zona subduksi Sumatra, lempeng tektonik India dan Australia bergerak perlahan ke arah timur laut sebesar 61 mm/ tahun dan menujam lempeng Burma (bagian dari lempeng Eurasia). Proses penujaman ini sangat mengakibatkan kedua lempeng saling menekan satu sama lain, dan menimbulkan tegangan. Apabila tegangan semakin membesar hingga besar tertentu, maka bagian lempeng akan mulai runtuh karena tidak kuat menahan tegangan. Keruntuhan tidak terjadi di sepanjang zona subduksi akan tetapi berada pada bidang-bidang tertentu.

Megathrust Sunda. Angka dan arah panah menunjukkan gerakan relatif lempeng. Terlihat Indonesia terletak pada suatu daerah dimana pergerakan lempeng sangat kompleks. Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/File:Plate_setting_Sunda_megathrust.png

Zona Subduksi Sumatera terlihat pada Gambar-2 di bawah ini.

Kedua peta di atas memperlihatkan keadaan tipikal dari sebuah zona subduksi: palung lautan, bubungan busur-depan (fore-arc ridge) cekungan busur-depan (fore-arc basin), dan busur kepulauan (island arc). Palung Sunda merupakan tanda batas antar lempeng, yakni sebuah jalur dengan air laut yang sangat dalam yang sejajar dengan pantai Sumatera. Di bagian kiri bawah, lempeng Australia menujam lempeng Sunda (yang ditandai dengan panah melengkung) dan membentuk palung yang dalam. Pada tepi lempeng Sunda, sekitar 100 km dari Palung Sunda dan 180 km dari Sumatera terdapat barisan kepulauan yang merupakan puncak dari bubungan busur-depan. Bubungan ini terbentuk terbentuk dari bagian sedimen laut lempeng Australia yang tergerus dan membentuk tumpukan pada tepi lempeng Sunda. Sedimen ini disebut baji naik.

Gambar Potongan Proses Subduksi Sumatera. Diambil dari: http://walrus.wr.usgs.gov/tsunami/sumatraEQ/images/ioTDE_ocean.gif

Selat Mentawai memisahkan Sumatera dari Simeulue dan Nias. Laut atau selat ini merupakan cekungan busur-depan, sebuah daerah depresi di antara bubungan busur-depan dan busur kepulauan. Kepulauan ini naik di atas muka air laut karena gerakan naik dari magma panas terapung. Magma ini terbentuk dari bagian batuan yang meleleh di sepanjang daerah subduksi. Di daratan Sumatera dan sejajar dengan pantai barat Sumatera, gunung api aktif dan kaldera terbentuk akibat naiknya magma. Di antaranya adalah kaldera Toba, sebuah kaldera yang merupakan tempat kejadian erupsi terbesar selama 2.5 juta tahun terakhir ini.

Subduksi aktif di sepanjang Samudera Hindia di pantai barat Sumatera ini bertanggung jawab atas pembentukan geografi dan kejadian-kejadian gempa di daerah ini. Walau dalam jangka waktu manusia sangat jarang, akan tetapi di sepanjang  waktu geologis, gempa-gempa sangat sering terjadi di daerah ini. Gaya yang menghasilkan gempa adalah juga gaya yang menciptakan Pulau Sumatera, pegunungan apinya, pulau-pulau di sekitarnya, dan yang membentuk dasar lautannya.

Sumber:

About Todung R Siagian

Bapak dari Juan, Mika, dan Jethro. Suami dari Theresia
This entry was posted in Lempeng Tektonik, Subduksi Lempeng and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s