Gempa Pantai Barat Bagian Utara Sumatra (M 9.1) 26 Desember 2004

Ini adalah gempa terbesar ketiga di dunia sejak tahun 1900 setelah gempa Prince William Sound dan gempa Alaska. Korban tewas yang diakibatkan gempa dan tsunami yang mengikutinya berkisar 227.898 jiwa dan sekitar 1,7 juta orang mengungsi dari tempat tinggal mereka. Korban tersebar di 14 negara di Asia Selatan  dan  dan Afrika Timur. Gempa terasa di Banda Aceh dengan skala intesitas Mercalli (MMI) IX, di Meulaboh (VIII), di Medan (IV). Di bagian negara lain seperti Bangladesh, India, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand terasa dengan MMI (III-V).

Tsunami ini membuat korban yang terbanyak yang direkan dalam sejarah. Gempa mengakibatkan longsor dan penurunan tanah di Sumatra.

Ringkasan Tektonik

Gempa dahsyat yang terjadi pada 26 Desember 2004 merupakan patahan thrust pada pertemuan lempeng India dengan lempeng Burma. Dalam hitungan menit, regangan elastis yang terakumulasi dan  tertahan dalam proses penujaman lempeng India ke bawah lempeng Burma selama beberapa abad dilepaskan. Klik tautan ini untuk mengetahui defenisi dan jenis patahan.

Di daerah dimana gempa terjadi, lempeng India dan Australia bergerak ke arah Utara- Timur Laut menuju interior Lempeng Eurasia dengan kecepatan sekitar 60 mm/tahun. Di daerah utara Sumatra dan Kepulauan Nicobar, gerakan relatif Lempeng India/Australia dan lempeng Eurasia terjadi di Palung Sunda dan di sepanjang beberapa ratus kilometer arah timur Palung Sunda pada perbatasan dengan Lempeng Burma.

ambar pergerakan relatif lempeng India Australia terhadap lempeng Eurasia. Garis merah dengan panah adalah Palung Sunda yang merupakan zona penujaman lempeng India Australia terhadap lemepeng Eurasia. Tanda bintang adalah episenter gempa. Source:http://walrus.wr.usgs.gov/tsunami/sumatraEQ/images/ionetec_major_faultlg.jpg

Konvergensi India/Australia ke arah Eurasia terjadi dalam arah miring/serong terhadap kecenderungan arah Palung Sunda. Gerakan miring ini terbagi-bagi ke dalam pematahan-thrust dan pematahan strike-slip. Patahan-thrust terjadi pada pertemuan antara lempeng India dan bagian barat dari Lempeng Burma dan termasuk juga gelinciran (slip) dengan sudut besar yang terjadi dengan orientasi sejajar palung. Gempa utama 26 Desember terjadi akibat pematahan thrust pada perbatasan bagian barat lempeng Burma, akan tetapi gempa susulan akibat patahan strike-slip kebanyakan terjadi di timur perbatasan.

Data lebih mendetail dari USGS adalah sebagai berikut:

Magnitude 9.1
Tanggal dan Jam Minggu, 26 Desember, 2004  jam 07:58:53 di episenter
Location 3.316°LU, 95.854°LS
Depth 30 km (18.6 mil)
Region PANTAI BARAT BAGIAN UTARA SUMATERA
Distances 250 km (155 miles) ke arah selatan-tenggara  Banda Aceh, Sumatra, Indonesia 300 km (185 mil) arah barat Medan, Sumatra, Indonesia 1260 km (780 mil) arah selatan-barat daya BANGKOK, Thailand 1590 km (990 mil) arah barat laut JAKARTA, Java, Indonesia
Ketidakpastian lokasi horizontal +/- 5.6 km (3.5 mil)

Meskipun beberapa model yang ada berbeda dalam  menggambarkan secara detail gempa ini, akan tetapi hampir semua sepakat bahwa keruntuhan menjalar beberapa ratus kilometer ke arah barat laut dari episenter gempa utama. Panjang runtuhan hampir 500 km arah barat laut.  Lebar keruntuhan akibat gempa yang diukur tegak lurus dengan Palung Sunda sekitar 150 km dan perpindahan maksimum yang terjadi pada bidang patahan adalah sekitar 20m. Akibat gempa ini, diperkirakan dasar lautan di atas patahan-thrust naik beberapa meter.

Zona gempa susulan pada gempa 26 Desember ini mencapai 1300 km. Karena gempa susulan terjadi pada dan sangat dekat dengan bidang patahan gempa utama, panjang dari zona keruntuhan patahan gempa susulan dipercaya membesar secara signifikan dan jauh melampaui 500 km. Belum lagi gempa besar akan memacu aktivitas gempa pada patahan yang jauh dari bidang patahan gempa utama dan dipisahkan jarak puuhan hingga ratusan kilometer.

Segmentasi Runtuhan dan Gelinciran Lambat

Lintasan gempa 26 Desember dapat dibagi atas 3 segmen, ditambah segmen keempat yang tercipta dari Gempa Nias pada bulan Maret 2005.  Keruntuhan bermula pada kedalaman 30 km di sekitar segmen Sumatera. Kecepatan runtuh yang lambat mengakibatkan gelinciran yang kecil pada 50 detik pertama. Keruntuhan bertambah panjang hingga 420 km dari segmen Sumatra dengan kecepatan runtuh 2.7 km/detik dan gelinciran sekitar 5-20 m.

Pada detik 230-350 keruntuhan menerus sepanjang 325 km di segmen gempa Nicobar dengan  gelinciran cepat rata-rata 5m dengan kecepatan runtuh sekitar 1.1 km/detik. Tambahan gelinciran lambat 5m terjadi di segmen Nicobar  dan menerus hingga 3500 detik setelah keruntuhan awal.

Keruntuhan pada segmen Andaman terjadi setelah 250-600 detik dari keruntuhan awal dengan gelinciran sekitar 2m . Gelinciran tambahan sebesar 5 m terjadi 600-3500 detik kemudian. Kecepatan runtuh yang kecil sekitar 0.3 km/detik terjadi segmen bagian utara ini.  Lambatnya gelinciran menggandakan energy gempa hingga tiga kali lipat, dan hal ini mengakibatkan revisi magnitude gempa dari 9.1 menjadi 9.3. Gelinciran pada segmen utara ini sangat lambat untuk mengakibatkan sebuah tsunami. Seandainya kecepatan gelinciran sama dengan kecepatan pada segmen Sumatra, maka tsunami yang terjadi mungkin jauh lebih menghancurkan dari yang nyata terjadi.

Sejak tahun 1900, gempa-gempa dengan ukuran yang relatif sama atau lebih besar dari gempa 26 Desember 2004 adalah gempa dengan magnitude M 9.0 pada gempa Kamchatka pada tahun 1952, kemudian gempa Kepulauan Andreanof, Alaska (1957) dengan M 9.5, gempa Chile (1960) dengan M 9.5, gempa Prince William Sound, Alaska (1964) dengan M 9.2. Kesemua gempa-gempa di atas, termasuk gempa 26 Desember 2004, adalah kejadian gempa mega-thrust, yang terjadi ketika sebuah lempeng tektonik menujam lempeng tektonik lainnya dengan sudut dip landai. Semua kejadian gempa –gempa di atas disusul oleh tsunami akibat pergerakan dasar laut yang diakibatkan gempa tersebut.

Sumber:

About Todung R Siagian

Bapak dari Juan, Mika, dan Jethro. Suami dari Theresia
This entry was posted in Gempa-gempa Besar and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s