Langkah-3: Persiapkan Persediaan Perlengkapan Bencana

Persediaan Peralatan bencana Pribadi

Setiap orang sebaiknya memiliki peralatan-peralatan gempa pribadi. Simpan pada tempat dimana anda lebih banyak berada, sehingga mudah diambil bahkan sekirannya gedung rusak parah. Peralatan-peralatan ini akan sangat berguna untuk berbagai keadaan darurat.

Simpan satu set peralatan tersebut di rumah, satu di mobil, dan peralatan ketiga di tempat kerja. Kantong perlengkapan kecil adalah tempat terbaik untuk menyimpan persediaan peralatan bencana sehingga dapat dibawa ketika anda dievakuasi. Masukkan setidaknya peralatan yang ada di daftar berikut:

  • Obat-obatan, daftar resep, copi kartu medis, nama-nama dokter dan informasi kontak
  • Formulir ijin medis untuk yang ketergantungan
  • Peralatan pertolongan pertama dan buku panduan
  • Sarung tangan eksaminasi(non-latex)
  • Topeng debu/masker
  • Kaca mata atau contact lensa cadangan dan alat pembersihnya
  • Air kemasan botol
  • Peluit (untuk memberitahu lokaso anda)
  • Sepatu yang kekar
  • Uang cadangan
  • Peta jalan
  • Daftar telepon orang di luar area untuk keadaan darurat
  • Kudapan, tinggi kadar air dan kalori
  • Senter kerja dengan baterenya dan bola lampu,atau tongkat cahaya
  • Persediaan kesehatan pribadi
  • Benda-benda untuk kesenangan pribadi seperti games, krayon, alat-alat tulis, teddy bear
  • Tempat buangan kotoran dan kebutuhan khusus yang anda perlukan dan orang lain dalam keluarga anda termasuk lansia, orang cacat, anak kecil, dan binatang peliharaan.
  • Salinan identitas pribadi (SIM, kartu kerja, dll)

Persediaan Peralatan Bencana untuk rumahtangga

Di beberapa tempat , listrik, air, transportasi, atau sarana vital lain dapat terganggu untuk beberapa hari atau lebih setelah gempa yang besar. Badan tanggap darurat atau rumah sakit mungkin kelebihan beban dan tidak sanggup memberikan bantuan segera. Menyediakan pertolongan pertama dan adanya persediaan kebutuhan akan menolong untuk menghindari korban jiwa, membuat hidup lebih nyaman, dan akan menolong anda untuk menghadapi gempa di masa datang.

Sebagai tambahan untuk persediaan perlengkapan pribadi, simpan peralatan bencana keluarga tersebut di tempat yang mudah dijangkau (di tempat yang besar dan kedap air dan mudah dipindahkan). Sediakan daftar berikut ini  dan sebaiknya cukup untuk kebutuhan tak kurang dari 3 hari atau untuk idealnya 12 hari.

  • Air (minimum satu gallon per hari untuk setiap orang)
  • Alat mekanis untuk mematikan saluran air dan gas
  • Sarung tangan kerja dan pengaman kaca
  • Kantung plastik yang kuat untuk tempat sampah,  yang bisa berfungsi juga sebagai tikar, pelindung hujan, dan keperluan lain
  • Radio portable dengan batere cadangan atau charge manual lain
  • Tambahan senter atau tongkat cahaya
  • Makanan kaleng atau kemasan
  • Arang atau gas kemasan untuk memasak dan sumber api di luar ruangan jika diperlukan
  • Peralatan memasak, termasuk pembuka kaleng manual
  • Makanan dan sangkar peliharaan
  • Pakaian hangat yang nyaman termasuk kaos kaki cadangan
  • Selimut atau kantung tidur, dan apabila mungkin tenda
  • Salinan dokumen yang penting seperti polis-polis asuransi.

Gunakan dan ganti benda-benda yang bisa kedaluarsa seperti air, makanan, obat-obatan dan batere secara tahunan.

Catatan khusus tentang anak-anak

Pada saat gempa, orang dewasa saja bisa ketakutan karena kehilangan kendali. Bayangkanlah bagaimana pengaruhnya untuk anak-anak, yang sangat tergantung kepada orang dewasa dalam kondisi berbahaya. Sebelum gempa terjadi di masa yang akan datang, sangat penting untuk meluangkan waktu untuk menceritakan kenapa gempa bisa terjadi. Ikutkan mereka di dalam membuat rencana bencana dan mempersiapkan persediaan peralatan bencana. Latih “berlutut, lindungi, dan pegang”. Pertimbangkan mengadakan simulasi pasca-gempa dengan kondisi tanpa pasokan listrik dan air.

Setelah gempa, ingatlah bahwa anak-anak akan merasa sangat tertekan. Mungkin mereka ketakutan, kebiasaan-kebiasan mereka akan terganggu, dan dan gempa susulan akan membuat mereka tidak bisa lepas dari trauma. Orang dewasa cenderung akan meninggalkan anak-anak untuk membantu permintaan-permitaan darurat, akan tetapi ini sangat beresiko bagi anak-anak. Perhatian ekstra dan dukungan dari orang tua pada hari-hari awal bencana akan sangat berguna di hari selanjutnya. Apabila memungkinkan, ikutkan mereka pada saat proses pemulihan.

Sumber:

http://www.earthquakecountry.info/roots/step3.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s