Langkah-6: Setelah Gempa, Periksa Cedera dan Kerusakan.

Pertama sekali, periksalah keadaan anda. Ingatlah rencana darurat anda. Tambahan kerusakan dan kemungkinan benda-benda berjatuhan sangat mungkin terjadi akibat gempa susulan, jadi cari tempat yang aman. Ambil parsediaan perlengkapan bencana anda.

Jika anda terjebak dengan benda-benda berjatuhan atau rubuh di sekeliling anda, lindungi mulut, hidung, dan mata dari debu. Jika terjadi pendarahan, tekan di daerah luka dan naikkan bagian yang terluka. Berikan tanda pertolongan dengan peluit darurat, telepon seluler, atau dengan mengetuk keras bagian padat dari gedung, 3 kali setiap beberapa menit. Tim penyelamat akan mendengarkan bunyi-bunyi demikian. Setelah anda aman, bantu orang lain untuk memeriksa kerusakan. Lindungi diri anda dengan memakai sepatu yang kekar dan sarung tangan, untuk menghindarkan luka akibat kaca pecah dan puing-puing. Pakai juga masker debu dan perlindungan mata.

Periksa Cedera:

  • Periksa perlengkapan pertolongan pertama atau lihat halaman depan dari buku telepon untuk mendapatkan instruksi pertolongan pertama.
  • Jika seorang mengalami pendarahan, tekan pada bagian yang luka. Pakai kain operasi atau pakaian, jika memungkinkan.
  • Jika seseorang tidak/kesulitan bernafas, lakukan bantuan pernafasan.
  • Jika seseorang tidak bereaksi, lakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation).
  • Jangan memindahkan orang yang luka parah, kecuali orang tersebut berada dalam situasi yang dapat menyebabkan cedera berbahaya lebih lanjut.
  • Lindungi orang cedera dengan selimut atau tambahan pakaian agar tetap hangat.
  • Minta bantuan medis untuk luka yang serius
  • Periksa anak-anak dan orang dengan perhatian khusus dengan hati-hati

Periksa Kerusakan:

  • Api: jika mungkin, segera matikan api kecil yang ada di rumah atau tetangga anda. Panggil bantuan, tapi jangan menunggu hingga pemadam kebakaran datang.
  • Kebocoran gas: tutup klep saluran utama gas JIKA ada dugaan kebocoran akibat pipa yang patah atau ada bau atau bunyi dari gas yang bocor. Jangan lakukan perbaikan, tunggu hingga perusahaan gas memeriksa kebocoran. Buku telepon mempunyai informasi detail tentang hal ini.
  • Kerusakan kabel listrik. Matikan sekring listrik jika terjadi kerusakan pada kabel listrik di rumah anda. Biarkan listrik mati hingga kerusakan diperbaiki.
  • Kerusakan lampu dan peralatan listrik: Tarik colokan lampu karena mungkin saja akan mengakibatkan kebakaran ketika aliran listrik dipulihkan.
  • Kabel listrik tertanam: Sekiranya anda melihat ada kabel listrik tertanam, anggap saja bahwa kabelnya teraliri listrik dan usahakan menjauhi kabel. Ingatkan juga orang lain. Jangan menyentuh kabel atau benda lain yang menyentuhnya.
  • Benda berjatuhan: Hati-hati dengan benda yang akan jatuh dari tempatnya ketika anda mencoba membuka pintu-pintu rak dan lemari.
  • Tumpahan: Lakukan pengawasan ekstrim. Bersihkan setiap tumpahan medis, obat-obatan, dan bahan tidak beracun lainnya. Benda-benda yang potensial berbahaya seperti zat penghilang warna, pupuk, dan bensin atau produk bahan bakar sebaiknya diasingkan dan dilindungi dengan penyerap dari tanah atau kain penyerap kotoran. Jika ada keraguan, tinggalkan rumah anda.
  • Dinding Bata yang Rusak: Menjauhlah dari cerobong atau dinding yang terbuat dari bata atau batako, karena kondisinya bisa saja sudah lemah dan akan terguling ketika terjadi gempa-gempa susulan. Jangan gunakan tempat pembakaran dengan cerobong yang sudah rusak. Hal itu akan menyulut kebakaran dan masuknya gas beracun ke rumah anda.

Sumber:

http://www.earthquakecountry.info/roots/step6.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s