Cincin Gunung Api– Ring of Fire

Pendahuluan

Ukuran diameter bumi sekitar 12750 km dan sudah diketahui sejak jaman Yunani Purba. Kemudian pada abad ke 20 diketahui bahwa bumi terdiri dari  tiga lapis utama: kulit/kerak bumi, mantel bumi, dan inti bumi. Stuktur lapisan ini dapat dianalogikan seperti lapisan telur. Kulit telur seperti kerak bumi, putih telur seperti mantel,dan kuning telur seperti inti bumi.

Potongan bumi yang menunjukkan struktur internal bumi. Gambaran untuk memperlihatkan bahwa kulit bumi memiliki tebal yang sangat tipis dibanding lapisan lainnya. Source: http://pubs.usgs.gov/gip/dynamic/graphics/FigS1-1.gif

Kulit/kerak bumi sangat kaku dibandingkan kedua lapisan lain. Di bawah lautan, tebal kerak bumi memiliki rentang ketebalan yang kecil, maksimum hingga 5 km. Akan tetapi ketebalan kerak bumi di benua bisa mencapai rentang ketebalan hingga 30 km, dan di bawah  pegunungan seperti Pegunungan Alpen bisa mencapai 100 km. Seperti kulit telur kerak bumi sangat rapuh dan mudah pecah.

Di bawah kerak bumi terdapat mantel yang mempunyai sifat padat, lapisan semi-batuan padat yang panas dengan ketebalan 2900 km. Mantel ini mengandung besi, magnesium, dan kalsium. Dibandingkan dengan kerak bumi, mantel ini  lebih panas dan lebih padat dikarenakan temperatur dan tekanan akan semakin bertambah seiring bertambahnya kedalaman.

Pusat bumi adalah inti bumi yang memiliki kepadatan dua kali dibanding mantel bumi dikarenakan komposisinya yang mengandung metalik (logam besi nikel). Tidak seperti kuning telur, inti bumi terdiri dari dua bagian yang sangat berbeda: inti luar cair dengan ketebalan 2200 km dan lapisan inti dalam padat dengan ketebalan 1250 km. Dikarenakan bumi berputar, inti berputar dan menciptakan medan magnet bumi.

Cincin Pegunungan Api

Permukaan  bumi terdiri dari lempeng-lempeng tektonik raksasa yang sering saling bergesekan satu sama lainnya, bertabrakan, dan dipaksa menujam lempeng lainnya. Di sekitar cincin api, lempeng pasifik bertubrukan dan tergelincir ke bawah lempeng-lempeng lainnya. Proses ini disebut subduksi dan area ini, yang aktif secara vulkanis maupun secara seismik, disebut sebagai daerah zona subduksi. Energy luar biasa besar tercipta oleh tubrukan lempeng dan karenanya batuan dengan mudahnya bisa meleleh menjadi magma. Magma inilah yang kemudian naik ke permukaan sebagai lava dan berbagai bentuk vulkanik.

Hampir semua gunung api terjadi di, atau dekat dengan tepi lempeng tektonik. Secara khusus gunung api ini ditemukan di pinggiran lempeng-lempeng yang dimulai dari Selandia Baru, sepanjang tepi  sisi timur Asia, kemudian ke arah utara lewat Kepulauan Aleutian (Alaska), dan ke arah selatan turun ke pantai Amerika Utara dan Selatan.  Garis dimana gunung api aktif dan tidak aktif ini berada disebut sebagai cincin (gunung) api (ring of fire) dimana didalamnya lebih dari 75% gunung api aktif dan tak aktif yanga ada di dunia.

Tempat-tempat yang jauh dari perbatasan-perbatasan lempeng sangat jarang memiliki gunung api, walau di tempat tertentu di muka bumi ini ada juga ‘hot spot’ yang bisa menimbulkan gunung api. Sebagai contoh, kepulauan Hawai adalah sebuah contoh dimana hampir semua daerahya adalah dari gunung vulkanik, walau kepulauan ini tidak berada dekat pinggir lempeng, akan tetapi berada sekitar 3200 km dari tepi terdekat.

Ilmuwan Canada, J. Tuzo Wilson adalah pencipta teori Hot Spot. Beliau mengajukan pendapat bahwa ada daerah di muka bumi ini yang aktif secara vulkanis untuk jangka waktu yang sangat panjang. Karena letaknya tidak dekat dengan batas lempeng, maka  pastilah ada sumber magma lokal, – yang kecil, berlangsung terus menerus dan memiliki sumber batuan yang sangat panas di bawahnya. Bentuk dorongan akibat panas ini dapat dilihat sebagai daerah dimana kulit bumi menipis akibat naiknya  batuan panas, dan melemah secukupnya untuk bisa ditembus magma yang naik ke permukaan bumi. Jika kita melihat peta Hawai dan menghubungkan pulau-pulaunya, maka akan membentuk sebuah garis. Inilah yang dilihat Wilson dan bukti-bukti yang mendukung teorinya semakin banyak.

Sumber:

About Todung R Siagian

Bapak dari Juan, Mika, dan Jethro. Suami dari Theresia
This entry was posted in Erupsi, Lempeng Tektonik and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s